Unit Reskrim Polsek Tukdana Terus Menggelar Razia Petasan

Unit Reskrim Polsek Tukdana Terus Menggelar Razia Petasan

Indramayukabarane-Unit Reskrim Polsek Tukdana jajaran Polres Indramayu Polda Jabar dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Tukdana, Aiptu Mamat S, S.H. kembali menggelar razia petasan di wilayah hukum Polsek Tukdana, Kabupaten Indramayu, Minggu (16/04/2023).

Dalam razia tersebut, Unit Reskrim Polsek Tukdana tidak menemukan petasan yang membahayakan.

Kendati demikian, Unit Reskrim Polsek Tukdana memberikan himbauan kepada pedagang agar tidak menjual petasan yang membahayakan.

Kapolres Indramayu, AKBP M Fahri Siregar melalui Kapolsek Tukdana, AKP Iwa Mashadi mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menjaga dan menciptakan situasi di wilayah hukum Polsek Tukdana agar tetap aman, dan kondusif.

“Masyarakat tidak terganggu oleh suara petasan serta mencegah adanya jatuh korban akibat bermain petasan atau mercon,” ujar Kapolsek didampingi Kasubsi PIDM Humas Polres Indramayu, Ipda Tasim.

Baca juga:  Sosialisasi TPPO, Kapolsek Kroya: Satu Langkah Menuju Masyarakat yang Bebas dari Perdagangan Orang Indramayu,-- Bhabinkamtibmas Polsek Kroya jajaran Polres Indramayu Polda Jabar Aiptu Wasita melaksanakan sosialiasi pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) , di Desa Sukaselamet, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jumat (07/07/2023). Kapolres Indramayu, AKBP M. Fahri Siregar melalui Kapolsek Kroya, Iptu H. Rasita mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tindak pidana perdagangan orang, serta memberikan informasi penting dan tindakan pencegahan yang dapat diambil oleh individu dan masyarakat. “Sosialisasi pencegahan TPPO merupakan satu langkah menuju Masyarakat yang bebas dari perdagangan orang,” ungkap Kapolsek. Dalam kesempatan itu, Bhabinkamtibmas memaparkan tentang karakteristik, modus operandi, dan dampak buruk yang ditimbulkan oleh tindak pidana perdagangan orang. Selain itu juga memberikan penjelasan tentang upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian untuk memerangi kejahatan ini serta pentingnya peran masyarakat dalam memberikan informasi atau melaporkan kasus-kasus yang mencurigakan kepada pihak berwajib. “Perdagangan orang adalah tindak pidana serius yang merugikan banyak korban. Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap masyarakat dapat lebih peka terhadap indikasi dan tanda-tanda perdagangan orang serta berperan aktif dalam melaporkan kejadian-kejadian yang mencurigakan kepada pihak berwajib,” ujar Kapolsek. Dengan adanya sosialisasi yang dilakukan oleh kepolisian, diharapkan masyarakat akan lebih waspada dan berperan aktif dalam melawan perdagangan orang. “Kami juga mengimbau agar masyarakat tidak ragu melaporkan kejadian atau indikasi perdagangan orang kepada pihak berwajib untuk memastikan keadilan dan perlindungan bagi korban yang terlibat,” imbuhnya. Kegiatan sosialisasi ini mendapat apresiasi yang tinggi dari masyarakat yang hadir. Mereka menyambut baik upaya kepolisian dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang tindak pidana perdagangan orang, serta memberikan informasi yang berguna untuk melindungi diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, Kanit Reskrim melakukan pendataan dan pengecekan terhadap penjual kembang api yang dimungkinkan juga kedapatan menjual petasan atau mercon yang punya daya ledak.

“Dalam kegiatan ini kami cek dan kami data, apakah para pedagang menjual petasan atau hanya kembang api saja dan hasil pengecekan dari para pedagang kembang api tersebut tidak ditemukan menjual petasan,” jelasnya. (Zamhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *