Masyarakat Desa Jumbleng Rt 04/01 Menggelar Acara Baritan

Masyarakat Desa Jumbleng Rt 04/01 Menggelar Acara Baritan

Indramayukabarane.com- Tradisi Baritan merupakan tradisi ungkapan masyarakat Indramayu Barat yakni dengan melakukan makan bersama tetangga dan anak saudara. hal senada dilakukan warga Desa Jumbleng blok Boling Rt 04 /01 sangat senang dan sangat antusias.dengan mengadakan acara Baritan yang di selengarakan oleh tokoh sesepuh masyarakat Rt 04 /01 Desa Jumbleng Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu .Kamis ( 15 /12 /2022)

Upacara yang dimaksud adalah upacara Baritan. Upacara Baritan adalah upacara yang dilaksanakan untuk menolak wabah penyakit. Kata baritan kemungkinan berasal dari bahasa Sunda yang artinya “waktu menjelang magrib” antara pukul 16.00 sampai18.00. Baritan = buritan, burit artinya malam, ini ada kaitannya dengan waktu penyelenggaraanya Selain memanjatkan doa yang dipandu oleh pemuka agama setempat, masyarakat dengan sukarela membawa nasi tumpeng berisi lauk-pauk beserta hasil bumi lainnya. Sebagian tumpeng dimakan bersama setelah melaksanakan doa bersama. Sebagian lainnya diarak di sekitar lokasi ritual, sambil mengumandangkan kalimat tauhid. \”Ngarak tumpeng, surak (menebar uang) atau pun makan bersama merupakan simbol pembebasan dari segala bencana. Itu merupakan warisan dakwah para waliullah,

Sementara itu. Ali sodikin ketua Rt 04 Rw 01 Desa Jumbleng Blok Boling mengungkapkan dirinya ikut senang melihat respon masyarakat ketika diadakan acara Baritan ini ,saya bersyukur masyarakat Rt 04/01 bisa guyub kompak dan perduli denga nilai-nilai warisan adat dan budaya Baritan ini.tuturnya

“Semoga dengan diselenggarakannya upacara Baritan adalah memohon kepada Tuhan yang Maha Esa agar masyarakat setempat dijauhkan dari musibah wabah penyakit. Selain sebagai upaya merawat dan menjaga kelestarian tradisi leluhur, ritual Baritan digelar sebagai ikhtiar manusia agar terhindar dari segala marabahaya. Semuanya kembali kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita sebagai manusia hanya berikhtiar melalui doa-doa yang dipanjatkan” Harapanya Ali Sodikin ketua Rt 04

Sementara Kasum (56) .masyarakat setempat mengatakan upacara Baritan dilaksanakan bukan saja ketika suatu daerah terserang wabah penyakit yang mudah menular seperti kolera, malaria, tipes, muntaber, dan desentri. Waktu tepatnya biasanya pada hari Kamis petang atau malam Jumat.Intinya, kami berkumpul disini untuk memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar dijauhkan dari segala keburukan. Ini merupakan tradisi leluhur yang dilaksanakan secara turun-temurun, jelasnya.

Untuk diketahui, tradisi baritan merupakan ritual masyarakat di pesisir pantai Utara (Pantura) pulau Jawa yang bertujuan sebagai penolak wabah penyakit menular di suatu wilayah. Ritual biasanya dilaksanakan di perempatan jalan, dengan menggelar doa dan dzikir bersama yang dipimpin oleh pemuka agama setempat. Tujuannya satu, yakni memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar dijauhkan dari musibah wabah penyakit.

Pewarta B syanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *