Disinyalir Gadis Penyandang Disabilitas di Bawah Umur Korban Perkosaan dan Human Traficking Di Indramayu

Disinyalir Gadis Penyandang Disabilitas di Bawah Umur Korban Perkosaan dan Human Traficking Di Indramayu

IndramayuKabarane. Com _ Kejadian mengejutkan warga Desa Kiajaran wetan Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu, seorang anak gadis penyandang disabilitas sebut saja Mawar (16) warga Desa Kiajaran wetan Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu bernasib naas, disinyalir telah digagahi tubuhnya oleh 4 pria hidung belang (GH), (RD), (R) dan 1 orang lainnya masih dalam pencarian. Percobaan perkosaan tersebut dilakukan dengan waktu yang berbeda dan di tempat yang berbeda.

Mawar adalah gadis penyandang disabilitas. Kedua orangtuanya sejak mawar kecil sudah bercerai. Mawar tinggal bersama kakek dan Neneknya di Desa Kiajaran wetan.

Ketika awak media sambangi rumah keluarganya (bibinya) di Blok Pelabuhan Desa Kiajaran kulon mengatakan, bahwa Mawar masih traumatik tinggi atas kejadian yang dialaminya dan kami tidak bisa memberikan keterangan karena takut terjadi apa-apa lagi terhadap Mawar, silakan hubungi kakak ipar saya aja rumahnya di blok Kandang Kerbau Desa Sukadadi namanya Icu Nanta, ” ujar Bibinya.

Kemudian awak media segera bergegas menuju rumah Icu Nanta, sesampai di rumahnya. Icu Nanta menyampaikan, maaf pak persoalan Mawar sudah beres dengan jalan damai secara kekeluargaan dan Mawar ada yang mau menikahinya, tolong jangan ganggu keluarga kami dan kami tidak mau menceritakan lagi soal Mawar, ” ujarnya.

Lurah Desa Kiajaran wetan Joni menjelaskan kepada awak media, kami mewakili Pemdes Kiajaran wetan menerima laporan dari pihak keluarga korban dan keluarga korban mengatakan kepada kami bahwa ponakan kami adalah anak pendiam, kegiatan sehari-harinya membantu jualan di warung kopi milik kakek neneknya. Tetapi belakangan ini Mawar berubah karakternya yaitu mudah marah bahkan sempat melakukan percobaan bunuh diri sambil membawa pisau, sejak saat itu kami keluarga curiga dengan kejadian itu. Dan akhirnya kami mencoba menanyakan langsung kepada Mawar agar mau menceritakannya.

Lebih lanjut, dalam laporannya menjelaskan, sekitar 2 bulan yang lalu sewaktu acara adat Ngarot di Lelea Mawar di ajak pria hidung belang (RD) untuk melihat Ngarot. Setelah melihat Ngarot diajak di suatu tempat akhirnya Mawar dicobai perkosaan dan selanjutnya (GH) menjual Mawar ke (RD) dengan harga Rp. 900.000.

” Kami siap bekerjasama dengan pihak terkait untuk membantu kasus ini hingga tuntas dan berharap pelaku ditangkap sesuai dengan perbuatan di mata hukum, ” ujar Joni saat di wawancara awak media. Kamis (9/2/2023).

” Sebelumnya saya perintahkan lurah untuk menyelidiki dugaan kasus percobaan perkosaan ini dan bilamana korban benar warga kami, tentunya kami akan tindak lanjuti kepada pihak berwajib untuk segera diproses hukum, ” ujar Kades Kiajaran wetan Ondi Casrudi.

Diketahui, pelaku mengontrak milik kakek neneknya Mawar kurang lebih 1 tahun, ia (GH) warga asal Patokbeusi Kabupaten Subang yang membuka praktik perdukunan dan pijat refleksi. (GH) ini yang menjadi mucikari bagi Mawar untuk dijual ke pria hidung belang lainnya, ” beber Joni ketika menerima keterangan dari Mawar.

Perlu diketahui, kasus ini tengah ditangani Polres Indramayu dan korban (mawar) tengah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit PPA Polres Indramayu (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *